Manajemen Kampusku Yang Amburadul!!

November 16, 2009 Tinggalkan Komentar

Ingin sekali saya memabahas masalah manajemen kampus yang ada saat ini. Saya berkampus disebuah universitas negeri yang notabene memang murah dalam biaya kuliah. Tapi bukan berarti biaya murah menjadikan fasilitas yang diberikan tidak baik/bagus. Kejadian dikampus saya, Manajemennya sangat kurang. Baik dari SDM, Fasilitas yang diberikan, Perawatan dan sebagainya. Manajemen kampus perlu sama halnya dengan Sebuah oraganisasi/perusahaan. Tanpa ada manajemen yang baik, saya kira kampus tidak akan mencetak lulusan mahasiswa yang diharapkan. Karena masalah teknis, misal dalam kegiatan belajar dikelas AC tidak hidup atau Projektor yang rusak mahasiswa akan terganggu. Sedikit banyak akan berpengaruh terhadap motivasi belajar para Mahasiswanya.
Kenapa ini biasa terjadi di universitas negeri? Banyak yang menyangka karena biaya murah fasilitas tidak diperhatikan sama sekali? NO WAY! Tidak ada alasan menurut saya dalam hal teknis dalam kegiatan berlajar di kelas. Pasti pihak kampus sudah memperhitungkan berapa biaya yang “layak” agar Manajemen kampus bisa tertata rapi. Pertanyaannya adalah kemana biaya yang sedemikian besar ini? Fakta bahwa jurusan saya yaitu manajemen adalah jurusan terfavorit di universitas saya. Mahasiswanya sudah pasti lebih banyak dibandingkan jurusan lainnya.
Seharusnya dengan biaya yang cukup bisa membenahi manajemen kampus. Manajemen yang baik harus membuat struktur organisasi yang baik serta ada aliran komunikasi yang jelas baik dari atas ke bawah maupun sebaliknya. Sehingga ada komunikasi yang selaras dan berkesinambungan. Selain itu, fasilitas yang diberikan harus terawat serta memberikan perhatiaan terhadap berbagai resiko yang bisa terjadi didalam kampus. Seharusnya memikirkan sampai sejauh itu. Kenyataannya tidak demikian. Pelayanan akademikpun tidak ada perbaikan. Aneh kalau menurut saya. Jika Entri sudah ONline, kenapa harus ada pakai blanko-blanko segala? Online dipakai untuk memudahkan mahasiswa entri dimanapun, kapanpun. Kalau sudah begini sama aja merepotkan!
Saya jadi ingat Iklan sebuah perusahaan Rokok yang secara konsisten mengkritik tentang pemerintahaan/perpolitikan. Tag iklan itu “Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah?”. Apakah potret birokrasi setelah reformasi masih demikian? Semoga ini tidak terjadi

Categories: Uncategorized

Robert T. Kiyosaki Penipu?

November 13, 2009 Tinggalkan Komentar

Mungkin anda kurang setuju dengan judul yang saya tulis diatas. Tapi menurut seorang Motivator yang saya ikuti (Prof. Rhenald Kasali) dalam seminarnya yang bertemakan Entrepreneurship On The Global Crisis yang diselenggarakan di UNY, dia mengatakan bahwa, Robert menulis buku yang pemikirannya tidak bagus untuk mahasiswa/i atau pelajar.Dalam bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad. Garis besar ceritanya adalah Robert mengisahkan seorang ayah yang kaya dan ayah yang miskin. Background pendidikannya pun berbeda antara keduanya.  Ayah kaya walaupun lulusan sekolah yang tidak tinggi, tapi ia dapat memperoleh penghasilan lebih banyak dari pada ayah yang berpendidikan tinggi. Singkatnya Robert menyarankan untuk berbisnis di Investasi bursa/Properti. Memang tidak ada yang salah dalam pernyataan Robert. Akan tetapi jika pemikiran ini banyak dianut oleh Anak muda yang seyogyanya harus dibangunkan skill dalam berbisnis riil, artinya berbisnis nyata yang tidak bersifat spekulatif, akan menimbulkan sektor riil tidak berkembang. Negara berkembang sangat mendorong sektor riil untuk diperhatikan. Apakah anda tau bahwa bisnis yang spekulatif itu yang menyebabkan GREAT DEPRESSION Amerika pada awal perang dunia? Mungkin sampai resesi kemarinpun disebabkan oleh para spekulan (orang yang berbisnis spekulasi diBursa Saham) diakibatkan para spekulan.

Prof. Rhenald kasali juga mengatakan Pemikiran Robert T.Kiyosaki adalah racun bagi para generasi muda. Pengangguran di Indonesia sudah mencapai 9,26 juta. Bagamana jadinya jika banyak yang berbisnis spekulatif yang nilai riilnya jauh dibawah?

So, kesimpulan anda??

Keunggulan Diferensiasi Lebih baikah?

November 13, 2009 Tinggalkan Komentar

Bicara keunggulan dalam perusahaan, ada banyak strategi yang bisa dipakai. Termasuk Strategi keunggulan diferensiasi. Kita bisa langsung membaca dan membayangkan, dari katanya yaitu Diferensiasi atau Berbeda. Keunggulan berbeda, baik dalam desain produk, keunggulan produk yang berbeda yang mempunyai nilai yang lebih tinggi dari apa yang dibayarkan oleh konsumen.Menjadi berbeda bukan berarti menjadi tidak fokus dengan apa yang menjadi sasaran market pasar yang dituju. Tetap dalam strategi yang membuat berbeda ini harus memikirkan segmen mana yang dituju. Strategi ini sangat membutuhkan kreatifitas, karena itu merupakan motor utama strategi ini. Selain itu, keberhasilan strategi ini, perusahaan dapat menerapkan harga yang cukup premium. Artinya bagaimanapun nilai yang diperoleh oleh konsumen lebih tinggi dari apa yang mereka bayarkan. Bila sudah terjadi sustainable, perusahaan yang menerapkan strategi ini sudah berhasil.

Biasanya jika strategi diferensiasi ini berhasil, maka perusahaan lain akan menirunya. Entah dari desain produknya, atau dari fitur-fitur yang lainnya. Bahkan dalam teknologinya pun kadang ada yang menirunya. Repotnya jika perusahaan-perusahaan yang berhasil ini tidak “deep pocket” atau… perusaan yang tidak mempunyai modal yang terlalu dalam akan menjadi suatu masalah yang bisa berbalik menyerangnya. Kadang pasar tidak menentu, konsumen lebih memilih merek yang sudah kuat atau fitur baru dari perusahaan baru. Bila perusahaan baru berstrategi diferensiasi ini berhasil, perusahaan tersebut harus mempatenkan sejumlah produk yang dihasilkan. Jangan sampai terjadi sengketa yang terjadi beberapa minggu atau bulan lalu yaitu antara nokia dengan apple. Nokia merasa terbajak oleh apple. Read more…

First Post :)

November 13, 2009 Tinggalkan Komentar

Wahhh,,, Akhirnya saya membuat blog di wordpress juga. Sebelumnya saya banyak menulis dan membagikan berbagai artikel di http://kuliahmanajemen.blogspot.com . Saya ingin mencoba di wordpress apakah lebih nyaman untuk menulis atau tidak. Sejauh ini fiturnya ga jauh berbeda dengan yang ada di blogger. Akan tetapi menurut saya, wordpress jauh lebih rapi dalam dasbord, tetapi kurang user friendly. Memang banyak sekali fiturnya, ah…mungkin saya saja yang belum terbiasa di wordpress. Semoga Artikel saya banyak membawa manfaat bagi pembaca. Hanya sekedar menuangkan buah pemikiran dari apa yang sedang saya pelajari dikampus. Mohon untuk saran dan kritiknya, agar lebih baik lagi dalam menyajikan suatu artikel. Saya ucapkan banyak terima kasih bagi yang sempat membaca apalagi berkomentar.

Salam

Wienz

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.